Nonton Ejen Ali: The Movie 2 (2025) Sub Indo | Streaming di Rebahin
Film Ejen Ali: The Movie 2 (2025) menjadi salah satu film animasi Asia Tenggara paling dinantikan tahun ini. Setelah kesuksesan besar film pertamanya pada 2019, banyak penonton mulai mencari “nonton Ejen Ali The Movie 2 sub Indo” untuk menyaksikan kelanjutan petualangan sang agen muda dalam menghadapi ancaman teknologi terbaru. Selain itu, istilah “streaming Ejen Ali The Movie 2 Rebahin” juga semakin ramai menjelang rilisnya di bioskop kawasan Asia.
Sebagai waralaba animasi kebanggaan Malaysia, Ejen Ali kembali dengan kualitas animasi yang lebih matang, jalan cerita yang emosional, dan tema teknologi masa depan yang semakin relevan. Film ini digarap oleh WAU Animation dan Primeworks Studios, dua studio yang sebelumnya berhasil membawa Ejen Ali ke panggung internasional.
Tentang Ejen Ali: The Movie 2
Ejen Ali: The Movie 2 merupakan sekuel langsung dari film pertama, melanjutkan kisah agen muda Ali bin Ghazali, yang bekerja di bawah organisasi rahasia MATA (Meta Advance Tactical Agency). Jika film pertama menyoroti konflik internal Ali tentang identitasnya sebagai agen, film kedua menghadirkan tantangan yang lebih besar: dunia yang berubah cepat karena revolusi teknologi dan munculnya kekuatan baru yang mengancam keseimbangan kota Cyberaya.
Film ini diumumkan secara resmi pada 2023, dengan jadwal tayang pada akhir 2025, menandai kembalinya salah satu seri animasi paling sukses di Asia Tenggara. Dengan dukungan teknologi 3D terbaru dan pendekatan naratif yang lebih emosional, Ejen Ali: The Movie 2 diharapkan menjadi langkah besar dalam perkembangan industri animasi regional.
Sinopsis Ejen Ali: The Movie 2
Kisah Ejen Ali: The Movie 2 dimulai tak lama setelah peristiwa film pertama. Setelah keberhasilan MATA melawan Ancaman Numeros, Ali mulai beradaptasi dengan perannya sebagai agen tetap. Namun, kedamaian Cyberaya tidak bertahan lama ketika sistem keamanan kota diserang oleh entitas misterius yang mampu menembus semua jaringan digital MATA.
Ali dan timnya — termasuk Ejen Alicia, Ejen Rizwan, dan Ejen Bakar — menemukan bahwa serangan itu berasal dari organisasi rahasia baru yang dikenal sebagai IRON NET, sebuah kelompok yang percaya bahwa kecerdasan buatan seharusnya menggantikan peran manusia dalam menjaga keamanan global.
Konflik memuncak ketika Ali menyadari bahwa sistem IRIS yang tertanam di tubuhnya menjadi kunci utama dalam rencana besar mereka. Ia harus memilih antara melindungi rahasia MATA atau menyelamatkan orang-orang yang ia cintai, termasuk ibunya dan rekan-rekannya yang kini berada dalam bahaya.
Film ini menggabungkan elemen aksi cepat, drama keluarga, dan pesan moral tentang tanggung jawab serta batas etika dalam penggunaan teknologi.
Informasi Produksi
Berikut informasi resmi Ejen Ali: The Movie 2 (2025) yang telah dikonfirmasi:
-
Judul: Ejen Ali: The Movie 2
-
Tahun Rilis: 2025
-
Negara Asal: Malaysia
-
Bahasa: Melayu (dengan versi internasional berbahasa Inggris dan Indonesia)
-
Genre: Animasi, Aksi, Fiksi Ilmiah, Petualangan
-
Durasi: ± 110 menit
-
Studio Produksi: WAU Animation, Primeworks Studios
-
Sutradara: Muhammad Usamah Zaid Yasin
-
Penulis Naskah: Fuad Fahmy, Usamah Zaid, Anas Abdul Aziz
-
Produser Eksekutif: Ahmad Izham Omar
-
Musik: Az Samad & Rendra Zawawi
-
Tanggal Rilis (perkiraan): Desember 2025
-
Status Produksi: Pasca-produksi
Teknologi animasi yang digunakan mengalami peningkatan signifikan, termasuk detail pencahayaan real-time, tekstur karakter yang lebih halus, serta simulasi lingkungan kota Cyberaya yang jauh lebih dinamis dibanding film pertama.
Karakter dan Pemeran
Berikut karakter utama dan pengisi suara yang kembali di Ejen Ali: The Movie 2:
-
Ejen Ali (Ida Rahayu Yusoff) — Agen muda protagonis yang kini harus menghadapi konflik antara tugas dan perasaan pribadi.
-
Ejen Alicia (Nur Sarah Alisya) — Partner dan rival Ali, tetap menjadi sosok disiplin dengan tekad kuat melindungi Cyberaya.
-
Ejen Rizwan (Azman Zulkiply) — Mentor Ali yang tenang namun menyimpan rahasia masa lalu terkait organisasi IRON NET.
-
Ejen Bakar (Hasnul Rahmat) — Sosok komedi yang menjadi penyegar suasana di tengah misi berisiko tinggi.
-
Comot — Drone AI lucu pendamping Ali, kini ditingkatkan dengan kemampuan analisis dan empati.
-
Ejen Nova — Karakter baru dari organisasi musuh, yang menjadi lawan sepadan bagi Ali di lapangan.
Selain pemeran lama, beberapa pengisi suara baru dari Indonesia dan Singapura turut bergabung untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam proyek ini.
Tim Produksi dan Kru
-
Sutradara: Muhammad Usamah Zaid Yasin
-
Penulis Skenario: Fuad Fahmy, Usamah Zaid, Anas Abdul Aziz
-
Produser: WAU Animation & Primeworks Studios
-
Sinematografi Animasi: Ariff Mustaffa
-
Desain Visual: Norazmi Yusof
-
Komposer Musik: Az Samad, Rendra Zawawi
-
Penyunting: Aizat Hashim
Tim produksi menyatakan bahwa fokus utama film kedua ini adalah keseimbangan antara hiburan dan pesan moral. Usamah Zaid menegaskan bahwa film ini “akan lebih emosional, tapi tetap penuh aksi dan humor khas Ejen Ali.”
Fakta Menarik dan Behind the Scenes
-
Ejen Ali: The Movie 2 menjadi film animasi Malaysia termahal hingga saat ini, dengan anggaran mencapai lebih dari RM 10 juta.
-
Sebagian animasi dibuat menggunakan teknologi Unreal Engine 5, memungkinkan visual sinematik setara film CGI internasional.
-
Tim produksi menghabiskan hampir dua tahun hanya untuk mengembangkan adegan aksi final yang melibatkan lebih dari 100 agen MATA.
-
Musik orkestra direkam di Budapest dengan melibatkan lebih dari 60 musisi untuk memberikan nuansa epik sinematik.
-
Film ini diharapkan menjadi jembatan menuju seri Ejen Ali Season 4 yang akan ditayangkan setelah perilisan film.
-
Versi internasional akan menampilkan dub dalam Bahasa Inggris dan Jepang dengan supervisi langsung dari WAU Animation.
Musik dan Soundtrack
Bagian musik tetap menjadi elemen kuat dalam Ejen Ali: The Movie 2.
-
Lagu Tema Utama (Original Theme Song): “Kuasa Dalam Diri” — dinyanyikan oleh Altimet & Aina Abdul, menggambarkan semangat perjuangan dan identitas diri.
-
Lagu Penutup (Ending Song): “Cyberaya Lives On” — dibawakan oleh Rendra Zawawi feat. Yonnyboii, dengan aransemen modern berenergi tinggi.
Skor musik dikomposisi dengan paduan orkestra, instrumen elektronik, dan ritme sinematik khas film superhero modern, memperkuat nuansa aksi dan emosi setiap adegan.
Respons Kritis dan Antisipasi
Sejak pengumumannya, Ejen Ali: The Movie 2 telah memicu ekspektasi besar di kalangan penggemar Asia Tenggara. Banyak kritikus menilai bahwa film pertama sudah menembus batas kualitas animasi lokal, dan sekuelnya diharapkan membawa Ejen Ali ke tingkat internasional.
Trailer awal yang dirilis pada 2024 menampilkan peningkatan signifikan dalam kualitas animasi, koreografi pertarungan, dan emosi karakter. Penggemar memuji keberanian tim produksi menghadirkan tema lebih dewasa, sambil mempertahankan nilai-nilai moral dan hiburan keluarga.
Menonton Ejen Ali: The Movie 2 di Rebahin
Belum ada konfirmasi resmi mengenai tanggal tayang Ejen Ali: The Movie 2 (2025) di platform Rebahin, namun film ini dipastikan akan mendapatkan rilis digital setelah penayangan di bioskop Asia Tenggara.
Jika nantinya hadir dalam format streaming Ejen Ali The Movie 2 Rebahin, penonton dapat menikmati versi sub Indo berkualitas tinggi, lengkap dengan pilihan resolusi HD dan suara 5.1. Platform ini dikenal menghadirkan format terjemahan yang mudah dipahami tanpa menghilangkan konteks lokal film.
Dengan aksi, emosi, dan teknologi animasi yang semakin memukau, Ejen Ali: The Movie 2 diyakini akan menjadi salah satu film animasi Asia paling berpengaruh di tahun 2025.
Penutup
Ejen Ali: The Movie 2 (2025) melanjutkan tradisi film pertamanya dengan skala yang lebih besar, tema lebih kompleks, dan visual yang memukau. Film ini bukan hanya hiburan bagi anak-anak, tetapi juga pesan universal tentang keberanian, persahabatan, dan tanggung jawab dalam dunia yang semakin dikuasai teknologi.
Bagi penonton Indonesia, kesempatan nonton Ejen Ali The Movie 2 sub Indo melalui streaming Ejen Ali The Movie 2 Rebahin akan menjadi pengalaman sinematik yang seru, inspiratif, dan membanggakan karya animasi Asia Tenggara.




